Friday, 3 February 2017

Polisi Akhirnya Akan Ungkap & Periksa Sosok Kak Emma Dalam Rekaman Percakapan Firza Husein noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

Firza Husein. ©2017 blogspot.com


MARTIRNKRI.COM - Polisi masih menyelidiki kasus chat dan rekaman suara yang diduga dilakukan oleh Firza Husein.

Kini polisi mencari sosok 'Kak Ema', wanita yang disebut-sebut dalam rekaman suara itu.

Nama 'Kak Ema' berkali-kali diulang di percakapan tersebut. Polisi akan memeriksa 'Kak Ema' terkait beredarnya rekaman suara yang kini tengah viral itu.

"Kami selidiki ya. Semua yang berkaitan dengan itu pasti kami periksa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/2/17).

Namun, untuk saat ini pihak kepolisian belum berhasil mengetahui keberadaan Ema.

Lanjut Argo mengatakan, pihaknya juga akan memeriksa sang ibunda Firza Husein yang kebetulan tinggal satu rumah di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, terkait chat foto Firza. Selain itu, polisi menegaskan tak menutup kemungkinan akan memanggil Habib Rizieq.

"Tak tertutup kemungkinan, kalau ada hubungannya dan mengetahui kasus ini, akan kami dalami," pungkasnya.

Polisi telah menyita kain seprei, TV dan bantal dari kediaman Firza.

Baik Habib Rizieq dan Firza Husein membantah melakukan chat itu.

Mereka menilai chat dan rekaman foto itu fitnah belaka.

sumber: merdeka.com - http://ift.tt/2l4K9iz - February 03, 2017 at 10:14PM

Thursday, 2 February 2017

Postingan Mengharukan Anak Bu Risma, Bekerja Tak Mengenal Sampai Tertahan di Cengkareng noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

Foto: Dok. Instagram Fuad Benardi


MARTIRNKRI.COM - Bandara Juanda Surabaya sempat ditutup karena perbaikan landas pacu. Sejumlah penerbangan pun terdampak penutupan tersebut.

Salah satu penumpang yang mengalami dampak dari penutupan tersebut adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma. Risma tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, saat akan kembali pulang ke Surabaya usai ada dinas di Jakarta.

Foto Risma 'terdampar' di Terminal 3 Ultimate Bandara Cengkareng diunggah di akun Instagram anaknya, Fuad Benardi, Kamis (2/2/2017) malam.

Terlihat Risma yang mengenakan baju batik cokelat tertidur lelap di salah satu kursi ruang tunggu.

Dalam akun @fuadbenardi juga ditulis doa untuk sang ibu yang disebut bekerja tak mengenal waktu.

"Semalam baru pulang jam 2 pagi karena nyari anak hanyut di sungai. Pagi tadi berangkat jam setengah 5 pagi untuk ke Juanda. Mau pulang ternyata landasan di Juanda rusak dan baru buka perkiraan jam 12 malam sehingga berangkat jam 11 malam. Semangat ya mama @trirismaharini Anakmu ini hanya bisa bantu doa semoga sehat selalu," tulis Fuad dalam caption foto tersebut.

Bandara Internasional Juanda ditutup sejak pukul 20.30 WIB. Saat perbaikan selesai operasional bandara kembali di buka sekitar pukul 22.30 WIB.

Dampak Penutupan Bandara Juanda, Risma Terpaksa Menginap di Jakarta

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi salah satu penumpang tujuan Surabaya yang terdampak penutupan sementara Bandara Juanda. Meski saat ini bandara sudah kembali dibuka, namun Risma akhirnya memutuskan menginap di Jakarta.

"Awalnya kita boarding pukul 19.30 WIB dan baru naik pesawat pukul 20.00 WIB. Setelah 10 menit di atas dan pintu pesawat mau ditutup, ada pemberitahuan kalau ada penundaan take off," kata Kabag Humas Kota Surabaya M Fikser yang ikut mendampingi Risma, saat dikonfirmasi, Kamis (2/2/2017).

Menurut Fikser, setelah ada pengumuman penundaan take off, 15 menit kemudian pramugari memberitahukan penerbangan dibatalkan karena landasan pacu Bandara Juanda diperbaiki.

"Para penumpang langsung diarahkan turun dari pesawat termasuk Bu Wali dan kembali ke Terminal 3 dan diberi snack," imbuh Fikser.

Fikser melanjutkan, selang 15 menit kemudian para penumpang mendapat pengumuman agar segera menghubungi costumer service Garuda Indonesia untuk mengambil kunci hotel. Penerbangan baru akan dilakukan pada Jumat (3/2) pukul 09.00 WIB.

"Ada beberapa yang langsung ke hotel, tapi kami tetap bertahan agar bisa mendapat flight pertama pukul 05.15 WIB. Malam ini Bu Wali terpaksa menginap di Jakarta meski biasanya selalu pulang dengan pesawat terakhir," pungkas Fikser.

Berdasarkan foto yang diunggah ke akun Instagram Fuad Benardi, Risma terlihat kelelahan dan tertidur di salah satu kursi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Ia ke Jakarta untuk melakukan koordinasi dengan BPKP serta melayat ke salah satu kerabatnya.

Pukul 22.45 WIB, aktivitas di Bandara Juanda kembali dinyatakan normal. Sebelumnya penutupan dilakukan karena ada perbaikan landas pacu yang berlubang.

sumber: detik.com - http://ift.tt/2kvfYEw - February 03, 2017 at 07:13AM

Posko FPI Di Pasar Rebo Rusak Akibat Dilempar Bom Molotov, Begini Respon Novel noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

Foto: Kondisi Pos FPI yang dilempari molotov (Ibnu/detikcom)

MARTIRNKRI.COM - Pos Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, dini hari tadi, dilempari molotov oleh orang tidak dikenal. Sejumlah barang yang ada di pos tersebut terbakar.

Pos tersebut terletak di Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (2/2/2017).

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 12.45 WIB, ada sebuah kursi yang tampak terbakar. Selain kursi, ada kipas angin, meja, dan gelas air mineral yang terbakar.

Hingga kini orang-orang yang berada di tempat itu tidak mau dimintai konfirmasi.

Terlihat ada bendera FPI DPC Pasar Rebo yang berada tepat di atas pagar pos tersebut. Ada 10 orang yang sedang duduk-duduk. Satu di antaranya memakai seragam putih bertuliskan 'FPI'.

"Ini tempat bukan markas, ini buat kumpul-kumpul anggota FPI saja," ujar warga sekitar, Hardi.

Kapolsek Pasar Rebo Kompol Fatimah mengatakan pelemparan molotov terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dia belum bisa memastikan pelaku yang diduga melemparkan molotov tersebut.

"Kita periksa saksi, tapi saat kejadian itu tempatnya sepi," ucap Fatimah

Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono mengatakan TKP bukan kantor DPC FPI atau posko.

"Hanya titik kumpul FPI. Kalau posko kan gede, ada gedungnya, plafonnya ada segala macam. Kalau itu hanya titik kumpul aja," kata Agung saat dihubungi secara terpisah.

Markas FPI Dilempar Bom, Novel Bamukmin: Pelakunya Komunis  

Sekretaris Jenderal DPD DKI Front Pembela Islam Novel Bamukmin membenarkan kabar ledakan bom molotov di posko DPC FPI Pasar Rebo, Kamis, 2 Februari 2017.

 "Informasi yang saya dapat di grup begitu. Sudah dipastikan itu memang DPC Pasar Rebo," kata Novel lewat telepon.

Novel menjelaskan, posko DPC Pasar Rebo memang tidak memiliki papan nama. "Kebetulan di DPC ini tidak ada papan nama. Memang ada yang ada papan namanya dan ada yang tidak," ucapnya.

Dalam insiden itu, tidak ada yang menjadi korban. Hanya sebuah bangku dan meja yang terbakar.

Novel mengaku tidak bisa menduga pelaku yang menjadi dalang insiden ini. Ia pun menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada polisi.

"Belum tahu motifnya. Orangnya enggak dikenal. Tapi kan sudah diserahkan kepada polisi, biar saja diselidiki," ujarnya. "Yang pasti, (pelakunya) enggak suka FPI. Salah satu yang enggak suka FPI ya komunis."

Sebelumnya, beredar sejumlah foto yang menggambarkan situasi sebuah pos yang terbakar akibat ledakan bom molotov. Salah seorang netizen menuliskan, lokasi ledakan bom tersebut merupakan markas FPI.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membantah informasi tersebut.

Menurut Argo, bangunan yang menjadi sasaran bom itu bukanlah markas FPI, melainkan pos ronda.

Tempat itu tidak memiliki plang nama, meski sering digunakan untuk berkumpul. "Bukan markas (ormas). Itu seperti pos ronda, rumah-rumah bedeng gitu," ujar Argo di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 2 Februari 2017.

sumber: detik.com & tempo.co - http://ift.tt/2jGc5rX - February 02, 2017 at 04:09PM

Wednesday, 1 February 2017

SBY Tuntut Pemerintahan Jokowi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Dirinya, Begini Jawaban Telak Menkominfo noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan, telah mengecek kembali mengenai dugaan penyadapan mantan Presiden SBY yang dituding Ahok.

Kabar yang dia ketahui, pihak lembaga negaralah yang menginstruksikan untuk melakukan penyadapan. Namun menurutnya, hal itu tidak benar.

"Saya cek setelah itu tidak ada lembaga negara yang melakukan itu, seperti kurang kerjaan aja," terangnya saat ditanya awak media di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (2/2/17).

Dikatakannya pula, sesuai aturan tidak diperbolehkan melakukan penyadapan kecuali pihak-pihak yang diperbolehkan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Selain itu juga, penyadapan atas perintah penyidik aparatur penegakkan hukum untuk satu kasus hukum itu boleh. Artinya bukti itu bisa digunakan sebagai bukti hukum di pengadilan," kata dia.

Terkait penyadapan ini, dilanjutkannya, operator selular pun tak akan pernah tahu jika seumpamanya itu sedang disadap oleh penegak hukum.

Operator selular akan tahu jika diberitahu oleh penegak hukum. Bahkan, potensi untuk diberitahukan kepada operator selular minim.

"Kalau mau menyadap kasih tahu operator selular terlebih dahulu, itu ketinggalan zaman lah. Itu zaman udah lama sekali. Kalau sekarang udah otomatis dilakukan tanpa diberitahu," jelas pria kelahiran Bogor itu.

Sebagaimana diketahui, persoalan penyadapan rekaman percakapan telepon atas tudingan Ahok kepada mantan Presiden SBY ke Ketua MUI Ma'ruf Amin.

SBY pun buru-buru menggelar jumpa pers saat namanya diseret dalam sidang penistaan agama yang melibatkan Ahok sebagai terdakwa.

Dalam jumpa pers itu, SBY membantah tuduhan Ahok bahwa SBY meminta MUI mengeluarkan fatwa penistaan agama terhadap Ahok.

sumber: merdeka.com - http://ift.tt/2kuGCx5 - February 02, 2017 at 12:58PM

Kasus Baru, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

foto merdeka.com


MARTIRNKRI.COM - Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, menetapkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan 16 unit mobil jenis elektrik mikrobus serta elektrik eksekutif bus pada PT BRI (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina (Persero).

Penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung, kalau surat perintah penyidikannya itu pada 26 Januari 2017.

"Pak DI ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan 16 mobil listrik oleh Kejagung RI, surat pemberitahuannya itu 31 Januari kemarin," terang Richard Marpaung, Rabu (1/2/17).

Perlu diketahui, proyek pengadaan 16 mobil listrik diduga merugikan negara senilai Rp 32 miliar di tiga BUMN. Saat masih menjabat sebagai Menteri BUMN pada 2013 silam, Dahlan meminta PT BRI, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Pertamina untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik guna mendukung KTT APEC di Bali.

Setelah proyek itu rampung dikerjakan, 16 mobil listrik berjenis electric microbus dan electric executive bus itu rupanya tak dapat digunakan karena tidak dibuat sebagaimana mestinya.

Mobil itu hanya diubah pada bagian mesin sehingga fungsi mobil tidak optimal. Hasil uji di ITB menyatakan bahwa pembakaran bahan bakar di mesin tidak optimal dan mengakibatkan mesin cepat panas dan turun mesin.

Sebelumnya, Dahlan Iskan juga telah ditetapkan sebagai tersangka penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), sebuah BUMD milik Pemprov Jawa Timur oleh Kejati Jatim. Kasus tersebut masih disidang, Dahlan awalnya langsung ditahan, namun karena sakit, Dahlan dinyatakan jadi tahanan kota.

sumber: merdeka.com - http://ift.tt/2jXxY7i - February 02, 2017 at 11:06AM

Himbauan Tegas Ketua MUI Ma`ruf Amien Kepada Seluruh Kader NU Di Seluruh Indonesia: Maafkan Ahok noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin memaafkan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ma'ruf mengatakan, sebenarnya, dia belum mendengar mengenai permintaan maaf Ahok yang sudah disampaikan melalui media. Namun, pada prinsipnya, dia memaafkan Ahok yang sudah bersedia meminta maaf.

"Namanya orang sudah minta maaf masa tidak dimaafkan," kata Ma'ruf Amien

Ma'ruf yang juga Ketua Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengimbau kepada semua kader PBNU di seluruh Tanah Air untuk juga memaafkan Ahok.

Menurut dia, kader PBNU harus tenang dan bisa menahan diri.

"Kami enggak ada yang musuh-musuhan," ucap Ma'ruf.

Dalam persidangan kasus penodaan agama kemarin, Ahok sempat mengancam akan memproses hukum Ma'ruf.

Menurut Ahok, Ma'ruf yang hadir sebagai saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, Ahok mengatakan, pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf agar Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylviana. Namun, Ma'ruf membantah adanya telepon itu.

Perihal percakapan pada 7 Oktober 2016 itu juga sudah dijelaskan oleh SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. SBY mengatakan, percakapan tidak ada kaitannya dengan kasus Ahok.

Belakangan, Ahok menyatakan permintaan maaf kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin. Dia juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma'ruf Amin.

"Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau," kata dia.

sumber: kompas.com - http://ift.tt/2jXabq8 - February 01, 2017 at 09:33PM

Situs Resmi FPI Tidak Bisa Diakses, Begini Penjelasan Pihak Kepolisian noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Tidak tahu persis sejak kapan, namun situs resmi fpi http://www.fpi.or.id/ tidak bisa diakses sore ini.

Polri memberi klarifikasi soal isu hoax yang menyebut mereka mengambil alih situs tersebut.

Informasi disampaikan Polri lewat situs resmi media sosialnya (medsos) seperti dilihat detikcom, Rabu (1/2/2017).

Polri mengklarifikasi adanya percakapan yang disebut-sebut Sekjen FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin yang membenarkan situs FPI diambil alih Polri.

"Kepolisian tidak memiliki kepentingan maupun wewenang untuk mengambil alih website FPI (Front Pembela Islam). Segala statement di atas terkait Polri adalah hoax," tulis Polri di akun medsos resmi seperti Facebook dan Instagram.

Polri juga meminta netizen bersikap bijak dan cerdas.

Informasi yang bertebaran di dunia maya harus difilter, mana yang fakta dan mana yang bukan dari sumber yang akurat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo Noor Iza saat dikonfirmasi soal situs FPI yang tidak bisa diakses mengaku belum tahu.

Dia berkata akan memeriksa apakah situs ini termasuk situs yang diblokir pihaknya atau tidak.

"Saya malah belum tahu. Sejak kapan? Saya belum cek updatenya, saya update dulu ya," ujar Noor saat dihubungi detikcom lewat telepon.

sumber: detik.com - http://ift.tt/2kpXVj0 - February 01, 2017 at 06:18PM