Thursday, 9 March 2017

Foto Ini Sempat Viral dan Dikabarkan Sebagai Putri Raja Salman, Ternyata Begini Penjelasan Pemilik Adi Spa noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

FACEBOOK WAYAN ADI SUMIRAN

MARTIRNKRI.COM - I Wayan Adi Suwira (49), pemilik Adi Spa di Nusa Dua Bali, meluruskan informasi mengenai berita kedatangan Putri Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi, ke tempatnya.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Adi mengatakan, pada Rabu (8/3/2017), memang ada anggota rombongan Raja Salman yang datang ke tempatnya.

Perempuan itu diketahui sebagai warga negara Inggris yang kemudian diketahui sebagai pramugari Raja Salman.

"Mohon maaf sebelumnya, perlu saya luruskan berita yang beredar karena yang datang ke sini itu rombongan Raja," kata Adi, Kamis (9/3/2017).

Adi mengetahui perempuan tersebut berprofesi sebagai pramugari dari guide dan sopir yang mengantar.

Pihaknya kemudian memberikan pelayanan sesuai standar Adi Spa. Adi mengaku tidak mengetahui nama perempuan tersebut karena tidak terlibat pembicaraan mendalam.

"Tidak cerita-cerita karena kami jaga privasi dan etika," kata Adi.

Di tempatnya, pramugari Raja Salman tersebut hanya mengambil paket busana adat Bali. Setelah dirias dilanjutkan dengan foto-foto.

Sebelumnya, lanjut Adi, pramugari ini berencana datang bersama tiga temannya. Namun tiga teman lainnya batal dan memilih ke tempat lain.

Adi mengatakan, mengenai foto yang diunggah di akun Facebooknya semata-mata karena bangga ada rombongan Raja Salman yang datang ke tempatnya.

Foto ini menjadi viral lantaran salah seorang anaknya kemudian menyebarkan foto yang diunggahnya sambil menambahkan sejumlah komentar, termasuk kalimat "princesnya Raja Salman".

"Saya niatnya tulus (mengunggah foto tersebut) karena bangga rombongan Raja Salman ke sini," kata Adi.

Tarif paket spa di Adi Spa adalah USD 55 atau setara Rp 650.000.

sumber: kompas.com - http://ift.tt/2nh93wp - March 09, 2017 at 02:33PM

Wednesday, 8 March 2017

Waduh....FPI Akan Lakukan Ibadah Rutin Ini Supaya Di Pilkada Putararan Kedua Ahok Kalah Telak noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Front Pembela Islam bakal menggelar acara subuh keliling untuk menyerukan tidak memilih pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017.

Juru Bicara FPI Slamet Ma'arif mengatakan, FPI bakal menggelar program 'subuh keliling'. Program itu, akan dimulai pada Minggu (19/3/2017).

Slamet menjelaskan, program itu akan diadakan di 22 tempat di Jakarta.

22 tempat itu, ucap Slamet, di mana Ahok meraih suara terbanyak dibandingkan pasangan calon lain pada Pilkada DKI putaran pertama.

Tujuannya, menggerus suara pemilih Ahok untuk memilih pasangan calon muslim.

"Kita akan bikin subuh keliling di 22 tempat. Salah satunya untuk menyadarkan umat ada kewajiban dan pentingnya pemimpin muslim. Kita upayakan, kita optimalkan di tempat-tempat pasangan nomor dua menang. Mengajak saudara kita untuk memlih pemimpin muslim," ujar Slamet saat dihubungi Rabu (8/3/2017).

Bahkan, FPI bakal menggelar acara syukuran, bila nantinya Ahok-Djarot kalah di Pilkada.

Yang pasti, ucap Slamet, FPI bakal menyerukan kepada warga Jakarta memilih pasangan calon nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno.

"Kalau nomor dua gugur mah saya bikin tumpeng. Kalau kami belum berpikir untuk menyatakan sikap politik. Tapi dengan cara dakwah, kami akan mengajak pendukung nomor satu untuk beralih ke nomor tiga. Semaksimal mungkin," ujar Slamet.

FPI dengan tegas menyatakan, bahwa Ahok tidak laik untuk memimpin Jakarta.

Berkaca dari akhlak dan sikap Ahok yang dinilai tak mencerminkan budaya betawi.

"Udah gitu kan' karakternya, mulutnya comberan, arogan. Itu yang memperluas pertikaian dan sebagainya," ujar Slamet.

sumber: tribunnews.com - http://ift.tt/2mFU96l - March 08, 2017 at 10:59PM

Ungkapan Mengesankan Ulama Cirebon Yang Datang Ke Jakarta Hanya Untuk Pasang Badan Demi Ahok noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

Ustadz Syatori dari Yayasab Asy-Syahadatain Citemu, Cirebon, Jawa Barat  (Lenny Tristia Tambun/ Beritasatu.com)

MARTIRNKRI.COM - Seorang ustaz dari Cirebon, Jawa Barat, mendatangi rumah pemenangan Ahok-Djarot di Rumah Borobudur di Jalan Borobudur Nomor 18, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/17).

Kedatangan ustaz bernama Syatori ini untuk menyampaikan kesediaannya menjadi saksi bagi calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama.

Awalnya, Syatori telah datang ke Rumah Lembang, rumah pemenangan Ahok-Djarot.

Namun, karena tidak bertemu dengan Ahok, ia diminta untuk ke Rumah Borobudur. Setelah menunggu berjam-jam, ia belum juga bisa bertemu dengan Ahok dan Djarot.

"Saya datang ke sini mau menyampaikan, kalau saya bersedia menjadi saksi yang meringankan Ahok. Saya mau sampaikan dari pengalaman dan disiplin ilmu Islam yang saya dapat bahwa Ahok tidak salah. Saya ini seperguruan dengan Habib Lutfi dari Pekalongan," kata Syatori kepada awak media di Rumah Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/17).

Menurutnya, pernyataan Ahok dalam menyampaikan surat Al-Maidah 51 ada salah dan benarnya.

Salah menurut kategori umum karena mengucapkan kalimat "Jangan mau dibohongi pakai", tteapi bukan berarti ucapan itu lantas dicap sebagai tindakan menista atau menodai agama.

"Karena tindakan yang termasuk menodai, menista atau menodai agama menurut Alquran adalah ketika ia menghardik anak yatim dan fakir miskin. Karena apa yang menodai, menista, mendustai, mencederai dan membohongi agama adalah orang yang menghardik anak yatim dan fakir miskin. Itu kata Alquran. Pokoknya saya tidak sependapat apa yang dikatakan MUI," ujarnya.

Tindakan menghakimi Ahok atas dasar tuduhan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) menurutnya, telah menimbulkan kesan Islam itu menakutkan. Padahal Islam adalah agama yang mengajarkan kesantunan, kedamaian dan memaafkan. Seharusnya umat Islam memaafkan Ahok dan mendoakannya.

"Coba dengar kisah Umar bin Khattab yang menjadi sahabat baik Nabi Muhammad SAW. Dulu dia tuh membakar Alquran dan mau membunuh nabi. Tetapi justru, Nabi merangkul, mendoakannya. Akhirnya Umar bin Khatab menjadi sahabat baik Nabi. Begitu juga dengan Raden Said di Pulau Jawa. Dulu ia perampok, penyamun dan menginjak-injak Alquran. Tetapi oleh Sunan Gunung Jati didoakan dan dirangkul, kemudian ia menjadi Sunan Kalijaga," ceritanya.

Ustaz yang biasa mengajar di Yayasan Ady-Syahadatain Citemu ini menegaskan tidak akan takut dibenci semua orang karena menjadi saksi Ahok, asalkan ia tidak dibenci oleh Allah SWT.

"Jadi kalau menurut saya dan Alquran, Ahok itu tidak salah. Kalau soal pemimpin dalam Surat Al Maidah itu kan aulia, setahap presiden. Kalau Ahok kan hanya sekadar CEO atau administrator, ya boleh-boleh saja umat Muslim memilihnya. Cuma ngurusin banjir sama macet masa kudu harus Muslim. Kalau orangnya Muslim, tetapi korupsi buat apa," kata pria berumur 69 yang mengaku masih keturunan Sunan Gunung Jati ini.

sumber: beritasatu.com - http://ift.tt/2mYq1DY - March 08, 2017 at 10:41PM

Tuesday, 7 March 2017

Peringatan Keras Ketum Hanura Oesman Sapta Kepada Ketua KPUD DKI Sumarno: Jangan Coba "Main Api" noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mewanti-wanti jajaran Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta untuk menjaga netralitas selama penyelenggaraan pilkada di Ibu Kota.

"KPU harus berhati-hati. Saya ingatkan, jangan main api. Jangan 'membakar-bakar'. Jangan berpihak-pihak," ujar Oesman di kantornya, Lantai 18, City Tower, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017).

Oesman tidak berkomentar soal insiden walk out yang dilakukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat saat rapat pleno KPU DKI Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Namun, Oesman mengindikasikan bahwa kecurangan pernah dilakukan KPUD dalam pilkada sebelumnya.

Dia pun meminta perkara tersebut menjadi pengalaman berharga bagi jajaran KPUD DKI saat ini.

"Harus jalan on the track. Kalau yang lalu-lalu, sudah, ya jangan sekarang lagi," ujar Oesman.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Ibu Kota saat ini sudah pintar, termasuk pintar dalam hal pengawasan.

"Anda diawasi masyarakat. Jangan sampai masyarakat marah. KPU harus dipercaya oleh masyarakat untuk berbuat jujur dan bijak," kata dia.

sumber: kompas.com

- http://ift.tt/2n0W56I - March 07, 2017 at 06:48PM

Monday, 6 March 2017

Ini Penyebab Majelis Hakim Peringatkan Pengacara Ahok Terkait Saksi Yang Dihadirkan Hari Ini noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO

ilustrasi sidang ahok

MARTIRNKRI.COM - Ketua Majelis Hakim pada persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjaha Purnama, yaitu Dwi Budiarso, memperingatkan agar pengacara Basuki atau Ahok menghadirkan saksi yang ada di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terlebih dahulu.

Peringatan itu diberikan setelah I Wayan Sidarta, salah satu pengacara Ahok, mengatakan salah satu saksi pada sidang hari Selasa (7/3/2017) ini, yaitu Bambang Waluyo Djodjohadikusumo, tidak ada dalam berkas BAP dan meminta majelis hakim untuk menerimanya sebagai saksi.

Dua saksi lagi, yaitu Andi Analta Amier dan Eko Cahyono, ada dalam berkas BAP. Permintaan itu sempat ditolak jaksa penuntut umum (JPU) lantaran dianggap tidak efektif dan tidak tertib persidangan. JPU meminta agar majelis hakim menolak Bambang.

Setelah dipertimbangkan, Budiarso memutuskan untuk menerima Bambang dengan beberapa syarat, salah satunya memberikan kesaksian di bagian akhir sidang.

"Untuk persidangan berikut, jangan dipanggil dulu (saksi di luar BAP). Saya lihat ada enam saksi fakta meringankan. Saya minta sidang selanjutnya empat-empatnya dihadirkan," kata Budi di ruang sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa.

Budi menambahkan, keputusan itu diambil agar tak ada kesan dari masyarakat bahwa sidang terlalu lama dan tidak selesai-selesai.

Karena itu, hakim meminta agar pengacara Ahok tertib dalam persidangan.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

sumber: kompas.com - http://ift.tt/2mQlxyU - March 07, 2017 at 12:54PM

Saksi Bernama Eko Cahyono Ini Ungkap Alasan Ahok Kutip Almaidah 51 Saat Pidato Di Kepulauan Seribu noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Saksi Eko Cahyono merupakan mantan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika maju di Pilgub Bangka Belitung (Babel) 2007. Eko ditanya hakim apakah di Pilgub Babel juga ada pembahasan soal Al-Maidah ayat 51.

"Sebelum pilkada tahun 2007 itu memang ada selebaran-selebaran atau mungkin pidato-pidato yang juga mengutip ayat itu (Al-Maidah 51)," tanya majelis hakim dalam lanjutan sidang di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

"Ya ada. Di seluruh Kepulauan Bangka Belitung," jawab Eko.

Eko mengaku mendengar sendiri pidato-pidato terkait Al-Maidah ayat 51 dan ajakan memilih pemimpin Muslim. Salah satu saat pembacaan khotbah salat Jumat.

"Saya juga mendengar sendiri. Saya lupa (siapa yang mengucapkan), tapi waktu salat Jumat juga ada, saya dengar sendiri. Tapi saya itu tidak tahu di mana," ujarnya.

"Substansinya kira-kira gimana?" tanya majelis hakim.

"Waktu itu simple saja sebenarnya, mereka mengatakan dilarang memilih pemimpin nonmuslim. Intinya di situ Yang Mulia," jawab Eko.

Eko mengaku tidak tahu siapa yang membuat dan menyebarkan selebaran terkait larangan memilih pemimpin nonmuslim saat Pilgub Babel 2007. Hanya saja ia memastikan selebaran tersebut ada di mana-mana.

"Iya (bentuknya) selebaran begitu. Secara pasti saya tidak tahu (siapa yang membuat), tapi barang itu ada disebarkan di mana-mana," tuturnya.

Selain itu, Eko menyebut posisi Ahok ketika berpidato di Kepulauan Seribu dalam posisi netral. Eko mengatakan tahu pidato Ahok di Kepulauan Seribu dari YouTube.

"Sebenarnya Pak Basuki itu mengajak masyarakat ikut dalam program peningkatan kesejahteraan, dikasih bibit, dikasih bimbingan untuk memelihara ikan," ujar Eko.

"Karena dalam waktu dekat-dekat kampanye mungkin dibilang kalau nggak nerima nggak enak gitu ya. Kalau nggak milih Pak Basuki nggak enak, jadi Pak Basuki itu maunya netral aja," jelasnya.

"Bukan masalah pilih memilih, tapi terima aja program ini, toh program ini untuk kesejahteraan masy. Tidak ada hubungannya dengan Pilkada, pemilihan, itu saya tangkap di situ. Jadi masyarakat ya terima program itu," tutur Eko.

sumber: detik.com - http://ift.tt/2mQmgQT - March 07, 2017 at 12:30PM

Mengejutkan, Ini Alasan Majelis Hakim Tolak Kakak Angkat Ahok Andi Analta Amir Bersaksi di Sidang ke-13 noreply@blogger.com (Guru Bijak)

@RUMAHINJECT@

ShareThisYO



MARTIRNKRI.COM - Saksi kedua yang dihadirkan penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir.

Hanya saja Analta tak jadi bersaksi karena dianggap telah mendengarkan kesaksian saksi lainnya dalam persidangan.

"Menurut majelis karena telah mendengarkan keterangan saksi lainnya saksi ini tidak dapat diperiksa," kata ketua majelis Dwiarso Budi dalam lanjutan sidang di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jl RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Jaksa penuntut umum sempat protes karena Analta ada di persidangan saat persidangan sudah memasuki agenda pembuktian.

Analta selanjutnya tak membantah hal tersebut.

"Hanya sekali, Yang Mulia," ujar Analta.

Penasihat hukum menyampaikan keberatan saat jaksa protes kehadiran Analta di persidangan sebelumnya.

Menurut penasihat hukum, jika tidak boleh kenapa tidak minta dikeluarkan.

"Kami tidak tahu yang bersangkutan adalah Analta Amir, kalau tahu ya kami minta untuk meninggalkan ruang sidang," tanggap Jaksa.

Menurut majelis hakim, yang kenal saksi yang diajukan adalah pihak yang mengajukan.

Itikad baik untuk mengeluarkan saksi tersebut kembali ke masing-masing pihak.

"Artinya Anda telah mengikuti persidangan. Jadi sesuai pengakuannya pernah mendengarkan saksi lain," tutur majelis hakim.

sumber: detik.com - http://ift.tt/2lWvhDM - March 07, 2017 at 12:17PM